Jumat, 24 Juni 2016

Ini cara terbaik untuk menjagamu


 Jatuh cinta merupakan hal lumrah yang sering terjadi diantara dua insan yang berbeda. Terkadang hati tidak dapat mengelak untuk siapa dia akan terbang dan terjatuh. Bahkan hanya dengan pandangan, kita dengan mudahnya untuk jatuh cinta dan selalu mencari dimana dia berada untuk melihatnya kembali. Begitulah yang sedang aku rasakan, jatuh cinta kepada seorang makhluk ciptaanNya yang memiliki rambut yang lurus, hitam mengkilat sebahu, selalu di ikat kuncir kuda, beralis tebal, dan tinggi. Seseorang dengan suara merdu yang dapat menggetarkan hatiku setiap kali mendengarnya. Dengan volume otak yang maksimal dengan prestasinya yang begitu membanggakan. Dialah seorang insan yang begitu sempurna untukku, melebihi sempurna dari setiap insan yang pernah ku kenal.

                Sudah lama ku mengenalnya, dan terkadang melihatnya berada di sekitar rumahku. Kami hanya bersebelah gang namun untuk menyapa saja aku tak memiliki keberanian. Dan akhirnya, Tuhan memberikan ku kesempatan selangkah lebih mengenalnya. Saat itu ada beberapa tugas yang harus ku selesaikan dan aku tak dapat menyelesaikannya sendiri, disaat itulah aku mencari seseorang yang dapat membantu menyelesaikan tugas terkutukku. Ternyata dia, dia adalah senior ku di kampus. Dengan kesabaran dia mengajariku yang dapat dikatakan orang yang  lama untuk menangkap sesuatu yang baru. Hingga selesailah tugasku yang ku anggap tak mungkin bisa ku kerjakan. Mulai saat itu lah obrolan antara kita semakin panjang. Senda gurau pun terjadi setiap saat. Kamu humoris, iya humoris sama seperti aku, dan aku semakin jatuh hati padamu.
                Setiap kali ku membuka mata ku merasa hari yang biasa ku anggap berat untuk dilalui, begitu terasa ringan dan singkat untuk dilalui semenjak ku mengenalmu. Hanya dengan beberapa hari kamu datang kerumah untuk membantu menyelesaikan tugas, sudah membuatku semakin mengagumimu dengan sangat. Oh Tuhan, aku tak dapat berhenti memikirkannya.
                Ternyata aku terlalu jauh mengaguminya hingga Tuhan merasa cemburu karena aku lebih mengagumi ciptaanNya dibanding Dia.  Dengan perlahan aku mengetahui ternyata tak hanya aku yang mengaguminya. Dia begitu baik dengan siapapun yang sedang mendekatinya. Cemburu? Siapa yang tidak cemburu mengetahui orang yang ia kagumi ternyata berbagi hati dengan yang lain. Tapi tak ku tunjukkan rasa sedih yang menggoncang hati hingga membuat suasana hati berubah menjadi  buruk secara signifikan.
                Obrolan hinga larut malam mulai ku hindarkan, senda gurau denganmu dapat mudah dihitung. Kenyataan sesungguhnya aku merindukanmu, merindukan obrolan panjang yang biasa kita lakukan. Tawa kecil hingga besar terlukis hanya dengan membaca kata-katamu. Dengan mudahnya senyum hingga tawa tersebut  hilang. Dibalik caraku menghindarimu terdapat kehampaan yang begitu dalam.

                Aku bangkit. Aku menyadari bahwa aku punya Tuhan yang tahu segalanya, segala rasa gundah telah mengagumimu. Dulu tiada namamu di setiap sujudku, namun sekarang ku tambahkan namamu dengan keyakinan yang begitu kuat. Begitu berlebihan? Bagiku tidak, dengan inilah aku berjuang mempertahankanmu, berjuang menepis keraguan ku untuk berhenti mengagumimu. Saat tingkah laku tidak dapat membuatmu sadar bahwa ada aku yang menunggu, doa merupakan cara terbaik untuk menyampaikan rasa yang ku pendam sendiri dan rasa rindu ingin mengulang kenangan yang selalu melekat dipikiran.  Agar Tuhan tidak cemburu denganmu dan tetap menjagamu untuk aku hingga waktu tiba, dia mendekatkan aku dan kamu kembali dengan caraNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar