Jumat, 21 Oktober 2016

Untukmu yang pergi pagi ini

Sinar kecil matahari masuk melewati celah jendela, memaksa mata untuk terbuka. Tampak embun pagi masih menetes lembut antar dedaunan. Tetesan air hujan sisa semalam  terdengar masih berjatuhan. Kurasa ada yang berbeda pagi ini, pagi yang dingin dan terasa sepi. Sejenak ku termenung memikirkan apa yang terjadi, mengapa pagi ini begitu mengantarkan  kesedihan.  Tidak seperti sebelumnya yang membuatku semangat menunggu datangnya pagi. Semangat pagi ini entah kemana larinya.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu  pergi menjauh dariku.  Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.