Sinar kecil matahari masuk
melewati celah jendela, memaksa mata untuk terbuka. Tampak embun pagi masih menetes
lembut antar dedaunan. Tetesan air hujan sisa semalam terdengar masih berjatuhan. Kurasa ada yang
berbeda pagi ini, pagi yang dingin dan terasa sepi. Sejenak ku termenung memikirkan
apa yang terjadi, mengapa pagi ini begitu mengantarkan kesedihan. Tidak seperti sebelumnya yang membuatku semangat
menunggu datangnya pagi. Semangat pagi ini entah kemana larinya.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu pergi menjauh dariku. Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu pergi menjauh dariku. Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.
Aku tak tahu apa yang membuatku sesedih
pagi ini, apakah aku merindukanmu yang selalu menyemangati pagiku, mengisi rasa
bosanku, dan hadir disetiap waktuku. Kisah kita sempat terhenti karena alasan
tak logismu, kemudian kamu kembali memintaku untuk mengulang kembali kisah kita
yang sempat terhenti. Perasaan untukmu yang ku coba hilangkan ternyata hanya
bersembunyi. Kenangan tidak sepenuhnya terhapus saat kau kembali menyapaku. Tak tahu mengapa ku terima
maaf mu yang semestinya tak ku terima. Karena satu alasan “aku masih ingin kamu
disini”.
Kita bertemu lagi dengan cerita
yang baru dan kamu tukar kesedihan masa lalu menjadi bahagia. Menukar rasa
gelisahku menjadi senyum tanpa kegelisahan. Selalu ku katakan takutnya aku
kehilanganmu lagi, namun kamu tepis dengan keyakinan bahwa kamu tidak akan
mengulangnya.
Hingga suatu hari aku melakukan
kesalahan kecil karena keegoisanku yang berlebih, namun kamu anggap itu adalah
kesalahan fatal. Kamu berubah bukan seperti yang selama ini aku kenal, kata
maaf bagimu tak cukup untuk kesalahan ku. Tak ingatkah kamu bagaimana melukai
ku dulu? Meninggalkanku demi orang yang telah menyakitimu di masalalu, setelah
kamu sadar dia tak akan kembali, kamu datang untuk meminta maaf atas kesalahan
besarmu.
Kamu katakan tak akan pergi menjauh,
hanya ingin sendiri sementara. Aku tak mengerti maksudmu pergi tanpa memberikan
kejelasan yang pasti. Jika aku diberikan kesempatan, aku hanya ingin tahu
rahasia dibalik kepergianmu, aku tak lagi memintamu untuk kembali. Aku sekedar
ingin tahu agar sedih ini dapat kuhentikan. Dan perasaan ini dapat aku
hilangkan sepenuhnya.
“Untukmu yang
pergi pagi ini”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar