Jumat, 21 Oktober 2016

Untukmu yang pergi pagi ini

Sinar kecil matahari masuk melewati celah jendela, memaksa mata untuk terbuka. Tampak embun pagi masih menetes lembut antar dedaunan. Tetesan air hujan sisa semalam  terdengar masih berjatuhan. Kurasa ada yang berbeda pagi ini, pagi yang dingin dan terasa sepi. Sejenak ku termenung memikirkan apa yang terjadi, mengapa pagi ini begitu mengantarkan  kesedihan.  Tidak seperti sebelumnya yang membuatku semangat menunggu datangnya pagi. Semangat pagi ini entah kemana larinya.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu  pergi menjauh dariku.  Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.

Aku tak tahu apa yang membuatku sesedih pagi ini, apakah aku merindukanmu yang selalu menyemangati pagiku, mengisi rasa bosanku, dan hadir disetiap waktuku. Kisah kita sempat terhenti karena alasan tak logismu, kemudian kamu kembali memintaku untuk mengulang kembali kisah kita yang sempat terhenti. Perasaan untukmu yang ku coba hilangkan ternyata hanya bersembunyi. Kenangan tidak sepenuhnya terhapus saat  kau kembali menyapaku. Tak tahu mengapa ku terima maaf mu yang semestinya tak ku terima. Karena satu alasan “aku masih ingin kamu disini”.
Kita bertemu lagi dengan cerita yang baru dan kamu tukar kesedihan masa lalu menjadi bahagia. Menukar rasa gelisahku menjadi senyum tanpa kegelisahan. Selalu ku katakan takutnya aku kehilanganmu lagi, namun kamu tepis dengan keyakinan bahwa kamu tidak akan mengulangnya.
Hingga suatu hari aku melakukan kesalahan kecil karena keegoisanku yang berlebih, namun kamu anggap itu adalah kesalahan fatal. Kamu berubah bukan seperti yang selama ini aku kenal, kata maaf bagimu tak cukup untuk kesalahan ku. Tak ingatkah kamu bagaimana melukai ku dulu? Meninggalkanku demi orang yang telah menyakitimu di masalalu, setelah kamu sadar dia tak akan kembali, kamu datang untuk meminta maaf atas kesalahan besarmu.
Kamu katakan tak akan pergi menjauh, hanya ingin sendiri sementara. Aku tak mengerti maksudmu pergi tanpa memberikan kejelasan yang pasti. Jika aku diberikan kesempatan, aku hanya ingin tahu rahasia dibalik kepergianmu, aku tak lagi memintamu untuk kembali. Aku sekedar ingin tahu agar sedih ini dapat kuhentikan. Dan perasaan ini dapat aku hilangkan sepenuhnya.

“Untukmu yang pergi pagi ini”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar