Tahun-tahun berlalu lamanya. Aku bertahan
meyakinkan hati untuk menemukan separuh hatiku yang menghilang. Bekal kepercayaan
seadanya aku berjalan pincang, dan berdarah penuh luka untuk berjuang mencari, namun semakin aku bergerak
maju cinta itu semakin menjauh sangat jauh. Rasa ingin menyerah kadang datang untuk
membujuk, serta keputusasaan tampak mentertawakan ku begitu jelasnya, air mata
selalu menemani setiap jejak langkahku. Karena untuk apa aku berjuang untuk
cinta yang belum tentu aku miliki nantinya. Namun disetiap insan manusia pasti
ingin merasakan kebahagiaan dengan seseorang yang ia cintai. Rasa ingin
menyerah berubah menjadi semangat yang membara, dan keputusasaan berubah
menjadi lampu penerang untuk ku menemukan seseorang yang telah membawa jauh
separuh hatiku. Rintangan dan masalah silih berganti untuk membuatku duduk
tertegun dan menerima yang seharusnya terjadi.
