Tahun-tahun berlalu lamanya. Aku bertahan
meyakinkan hati untuk menemukan separuh hatiku yang menghilang. Bekal kepercayaan
seadanya aku berjalan pincang, dan berdarah penuh luka untuk berjuang mencari, namun semakin aku bergerak
maju cinta itu semakin menjauh sangat jauh. Rasa ingin menyerah kadang datang untuk
membujuk, serta keputusasaan tampak mentertawakan ku begitu jelasnya, air mata
selalu menemani setiap jejak langkahku. Karena untuk apa aku berjuang untuk
cinta yang belum tentu aku miliki nantinya. Namun disetiap insan manusia pasti
ingin merasakan kebahagiaan dengan seseorang yang ia cintai. Rasa ingin
menyerah berubah menjadi semangat yang membara, dan keputusasaan berubah
menjadi lampu penerang untuk ku menemukan seseorang yang telah membawa jauh
separuh hatiku. Rintangan dan masalah silih berganti untuk membuatku duduk
tertegun dan menerima yang seharusnya terjadi.
Namanya selalu terukir indah disetiap bait doa yang penuh dengan harapan. Aku bukanlah orang yang mudah takluk dengan takdir yang masih dapat diubah, selama usaha itu masih dapat kulakukan, akan aku kerjakan sebaik mungkin.
Bagaimana aku dapat tenang bila
seseorang itu selalu merasuk ke dalam pikiran disetiap waktu, merakit kembali kejadian
yang selalu ingin ku lupakan. Semakin keras ku ingin pergi ia seakan
meggiringku kembali untuk tetap didalam ingatan tentangnya.
Sekarang aku sudah di pertengahan
jalan. Ku lihat cahaya terang menerangi cinta yang selama ini ku cari. Dengan cepat
ku berlari, dan sekarang aku sudah tepat disampingnya namun ia seperti tak merasakan kehadiranku. Separuh
hatiku yang tertinggal kini ternyata telah mati, tampak matanya tertuju kedepan
menyorot seseorang yang melangkah menjauh pergi darinya. Saat ku ingin
menyentuhnya, ia telah berlalu mengikuti jejak seseorang yang semakin pergi
menjauh.
Tak banyak yang dapat ku lakukan
lagi, semangat yang membara dan perjuangan kini hampa dan tampak hancur tak
berbentuk. Keinginan ku untuk melanjutkan cerita yang sempat terhenti kini
berhenti tepat di pertengahan jalan. Keyakinan yang pernah membuatku bangkit
kini tampak akan ku simpan bersama rasa kecewa dan terluka. Dan pada akhirnya
aku harus berhenti dan mengalah, serta membiarkan separuh hati yang tertinggal
itu mati. Dan ikut bahagia melihat kepergiannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar