Sinar kecil matahari masuk
melewati celah jendela, memaksa mata untuk terbuka. Tampak embun pagi masih menetes
lembut antar dedaunan. Tetesan air hujan sisa semalam terdengar masih berjatuhan. Kurasa ada yang
berbeda pagi ini, pagi yang dingin dan terasa sepi. Sejenak ku termenung memikirkan
apa yang terjadi, mengapa pagi ini begitu mengantarkan kesedihan. Tidak seperti sebelumnya yang membuatku semangat
menunggu datangnya pagi. Semangat pagi ini entah kemana larinya.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu pergi menjauh dariku. Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.
Ternyata pagi ini telah mengantarkanmu pergi menjauh dariku. Teringat kembali mimpi yang terjadi malam tadi. Dirimu datang sebagai bunga tidurku, terasa hangat dan nyata, seakan aku masih merasakan kehadiranmu disini denganku pagi ini.

