Friendzone itu artinya tak lebih dari Pemberi Harapan Palsu, namun dengan kata yang lebih halus yang sama-sama berujung pada patah hati. Awalnya memang tak ingin jatuh cinta. Namun, dengan terlalu seringnya berbagi cerita akhirnya muncul rasa percaya bahwa dia lah orang yang dapat menjaga semua rahasia ceritamu dari hal yang tak penting hingga terpenting dalam hidupmu . Kepercayaanmu semakin menjadi disaat kamu mengetahui bahwa kamu adalah teman perempuan satu-satunya yang saat itu ada dihidupnya. Tingkat ke Ge-eran pun meningkat, karena dia selalu mencarimu dan membutuhkanmu disetiap
waktu, menyebut namamu sebagai orang terpenting dan berharga dalam hidupnya. Akhirnya rasa cinta pun datang dengan tidak memberi tahumu terlebih dahulu, yang mebuatmu begitu dilema. Rasa cinta itu bertambah disaat dia sering mengetik pesan untukmu dan memberi tahu segala kegiatannya sehari-hari. Mengajakmu untuk pergi bersama dan menghabiskan waktu untuk bercerita banyak hal disebuah tempat makan. Kamu menjadi pendengar yang baik saat itu dan otakmu merecord semua ceritanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Setelah itu, kamu dan dia berjalan-jalan menikmati indahnya malam, dengan perlahan dia mengenggam tanganmu erat. Kepercayaanmu semakin bertambah, kamu percaya bahwa dia tidak akan membuatmu terluka.
Hari-harimu hanya disibukkan untuk merajut cerita untuk kamu jadikan kenangan yang begitu indah dan otakmu selalu memutarkan cerita yang baru saja terjadi bersamanya. Dan hal itu selalu terjadi di setiap perjumpaan kamu dan dia. Disetiap kamu membuka mata selalu ada semangat yang baru untuk kamu memulai hari, kamu selalu mengulum senyummu saat mengingat wajahnya, kamu selalu mengetik pesan untuknya dikala kamu rindu, tidak perduli dimana kamu berada saat itu. Dan berharap dia juga merindukanmu. Hingga kamu lupa dengan status “teman” diantara kamu dan dia. Mungkin hanya kamu yang lupa dengan status itu, tidak untuk dia. Dia hanya ingin membiarkan mu untuk sejenak bermain dihidupnya dan tak tega untuk langsung mengusirmu pergi dari hidupnya.
Hari demi hari kamu merasakan sikap dan perilakunya berubah menjadi lebih dingin, namun dikarenakan kamu terlalu mempercayainya, kamu tak ingin mencari tahu penyebab perubahan sikapnya. Kamu tetap menemani hari-harinya dengan begitu bersemangat layaknya besok kamu akan dipercayai untuk menjaga cintanya. Kamu semakin merasakan hal yang aneh terjadi padanya. Pesanmu selalu dibalas dengan waktu yang lama dengan kata-kata seadanya padahal kamu telah bercerita panjang lebar, berbanding terbalik dengan pesan lamamu yang selalu dibalas begitu panjangnya dengan waktu yang begitu cepat. Kamu tetap terjaga di malam hari demi menunggu pesanmu yang belum dibalas olehnya hingga kamu terlelap dan mengetahui pesanmu tak dibalas olehnya di esok pagi.
Biasanya di pagi hari. Saat kamu membuka mata, dan melihat handphone-mu telah tampak notifikasi pesan darinya yang memberikanmu ucapan selamat pagi , yang selalu kamu jadikan asupan energi untuk melewati hari yang mencekam saat itu. Namun di pagi yang berbeda ini, saat kamu membuka mata dan melihat handphone-mu tak tampak notifikasi pesan darinya, kamu tetap berpikir positif dan sabar menunggu pesan yang masuk. Hingga akhirnya tak tampak pesan darinya masuk ke handphone-mu dan terpaksa kamu yang mengawali percakapan di pagi hari itu.
Dulu tak lupa dia memberikanmu kabar, tak perduli sesibuk apapun yang dikerjakannya, namun sekarang kamu harus menahan rasa bimbang dan bersabar menunggu pesan darinya yang memberi kabar kepadamu pada saat malam hari. Mulai tumbuh rasa gelisah dan takut kehilangan dirinya dihatimu, namun tak kamu tampakkan di hadapannya. Kamu tetap menunjukkan senyum indahmu agar dia tidak tahu bahwa hatimu mulai terluka oleh sikapnya yang dingin. Hingga akhirnya kamu tak mampu menopang lukamu sendiri dan mengungkapkan rasa takut kehilangan kepadanya. Dia pun mengerti keadaanmu saat itu dan bejanji akan memberi tahu terlebih dahulu kepadamu jikalau dia telah jatuh hati kepada orang lain, agar kamu dapat pergi dan tidak terlalu lama menanam perasaan cinta kepadanya. Kamu pun ikut berjanji dengan hal yang sama dan tak ada setitikpun keinginan untuk melanggar janji yang telah dibuat. Ternyata perjanjian tersebut menutupi sedikit luka dihatimu dan mengurangi rasa gelisah takut kehilangannya.
Biasanya di pagi hari. Saat kamu membuka mata, dan melihat handphone-mu telah tampak notifikasi pesan darinya yang memberikanmu ucapan selamat pagi , yang selalu kamu jadikan asupan energi untuk melewati hari yang mencekam saat itu. Namun di pagi yang berbeda ini, saat kamu membuka mata dan melihat handphone-mu tak tampak notifikasi pesan darinya, kamu tetap berpikir positif dan sabar menunggu pesan yang masuk. Hingga akhirnya tak tampak pesan darinya masuk ke handphone-mu dan terpaksa kamu yang mengawali percakapan di pagi hari itu.
Dulu tak lupa dia memberikanmu kabar, tak perduli sesibuk apapun yang dikerjakannya, namun sekarang kamu harus menahan rasa bimbang dan bersabar menunggu pesan darinya yang memberi kabar kepadamu pada saat malam hari. Mulai tumbuh rasa gelisah dan takut kehilangan dirinya dihatimu, namun tak kamu tampakkan di hadapannya. Kamu tetap menunjukkan senyum indahmu agar dia tidak tahu bahwa hatimu mulai terluka oleh sikapnya yang dingin. Hingga akhirnya kamu tak mampu menopang lukamu sendiri dan mengungkapkan rasa takut kehilangan kepadanya. Dia pun mengerti keadaanmu saat itu dan bejanji akan memberi tahu terlebih dahulu kepadamu jikalau dia telah jatuh hati kepada orang lain, agar kamu dapat pergi dan tidak terlalu lama menanam perasaan cinta kepadanya. Kamu pun ikut berjanji dengan hal yang sama dan tak ada setitikpun keinginan untuk melanggar janji yang telah dibuat. Ternyata perjanjian tersebut menutupi sedikit luka dihatimu dan mengurangi rasa gelisah takut kehilangannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar