Tuhan masih menyayangiku. Selama
ini aku selalu dipertemukan dengan seseorang yang selalu ingin diperjuangin
tanpa mau memperjuangkan kembali. Lalu aku dipertemukan lagi dengan seseorang yang
berbeda disebuah acara teater disuatu tempat. Ini hal pertama yang tidak dapat
ku lupakan “pertemuan pertama”. Aku masih ingat pertama kalinya kamu memandangku
dengan sembunyi-sembunyi, awalnya aku merasa ilfeel, sangat... ilfeel. Dan kamu
mengulangi pandangan kedua dengan sedikit senyuman penuh rasa malu, yaa masih
ku respon dengan sikap cuekku. Namun perasaan ku berubah, sekarang giliranku
melihat mu dengan sembunyi-sembunyi, ini sangat aneh. Ku perhatikan setiap
renggut wajahmu dan sepertinya aku mengenali raut wajah itu....yaa sekarang aku
melihatmu sama dengan melihat seseorang di masa laluku, sangat mirip denganmu,
dan saat itu orang tersebut ada duduk dibelakangku dengan menggandeng seseorang
yang baru, penggantiku! Tapi sudahlah dalam cerita ini aku hanya ingin
menceritakan tentang seseorang yang baru, bukan masa lalu.
Setelah
pertemuan pertama singkat itu berakhir, hatiku memberitahu sepertinya akan ada
datang cinta yang baru. Dan benar saja
beberapa hari berselang terdengar kabarmu mencari tahu tentangku. Saat ku
mendengar hal itu aku membalasnya dengan jutek, bahwa aku tidak mau mengenalmu.
Berselangnya hari ku lihat ada satu pesan tanpa nama masuk ke handphone ku, dengan
menyertai namaku. Dengan hati yang berdetak cepat, dan tangan mulai terasa dingin
aku membalas pesan itu. Aku sudah tahu pesan tak bernama itu pasti kamu. Perkenalan
pun dimulai dari sini. Rasa jutek, cuek semua hilang, yang timbul sekarang hanya
rasa bahagia, biasa orang jatuh cinta pasti merasakan begitu.
Perkenalan
semakin jauh dan kita saling mengetahui satu sama lain, hingga tiba hari kamu
menyatakan perasaanmu kepadaku. Semua rasa senang menyatu jadi satu, dan
akhirnya aku menerimamu sebagai pengganti cinta yang lama dan sudah usam. Denganmu
pertama kalinya aku di istimewakan. Diberi bunga, boneka, dan intinya sebuah
pengorbanan yang belum terbalaskan.
Cintaku
tumbuh menjadi cinta yang indah, tanpa ada perkelahian di setiap harinya, tanpa
ada cemburu di setiap waktu. Kita saling mengisi dan mengerti satu sama lain. Ini
adalah cinta yang ku nanti, sebuah cinta yang bewarna seperti pelangi, manis
seperti coklat, dan indah seperti bunga mawar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar