Selasa, 03 Desember 2013

Cintaku seperti pelangi,coklat,dan setangkai mawar


Tuhan masih menyayangiku. Selama ini aku selalu dipertemukan dengan seseorang yang selalu ingin diperjuangin tanpa mau memperjuangkan kembali. Lalu aku dipertemukan lagi dengan seseorang yang berbeda disebuah acara teater disuatu tempat. Ini hal pertama yang tidak dapat ku lupakan “pertemuan pertama”. Aku masih ingat pertama kalinya kamu memandangku dengan sembunyi-sembunyi, awalnya aku merasa ilfeel, sangat... ilfeel. Dan kamu mengulangi pandangan kedua dengan sedikit senyuman penuh rasa malu, yaa masih ku respon dengan sikap cuekku. Namun perasaan ku berubah, sekarang giliranku melihat mu dengan sembunyi-sembunyi, ini sangat aneh. Ku perhatikan setiap renggut wajahmu dan sepertinya aku mengenali raut wajah itu....yaa sekarang aku melihatmu sama dengan melihat seseorang di masa laluku, sangat mirip denganmu, dan saat itu orang tersebut ada duduk dibelakangku dengan menggandeng seseorang yang baru, penggantiku! Tapi sudahlah dalam cerita ini aku hanya ingin menceritakan tentang seseorang yang baru, bukan masa lalu.

                Setelah pertemuan pertama singkat itu berakhir, hatiku memberitahu sepertinya akan ada datang cinta yang  baru. Dan benar saja beberapa hari berselang terdengar kabarmu mencari tahu tentangku. Saat ku mendengar hal itu aku membalasnya dengan jutek, bahwa aku tidak mau mengenalmu. Berselangnya hari ku lihat ada satu pesan tanpa nama masuk ke handphone ku, dengan menyertai namaku. Dengan hati yang berdetak cepat, dan tangan mulai terasa dingin aku membalas pesan itu. Aku sudah tahu pesan tak bernama itu pasti kamu. Perkenalan pun dimulai dari sini. Rasa jutek, cuek semua hilang, yang timbul sekarang hanya rasa bahagia, biasa orang jatuh cinta pasti merasakan begitu.
                Perkenalan semakin jauh dan kita saling mengetahui satu sama lain, hingga tiba hari kamu menyatakan perasaanmu kepadaku. Semua rasa senang menyatu jadi satu, dan akhirnya aku menerimamu sebagai pengganti cinta yang lama dan sudah usam. Denganmu pertama kalinya aku di istimewakan. Diberi bunga, boneka, dan intinya sebuah pengorbanan yang belum terbalaskan.
                Cintaku tumbuh menjadi cinta yang indah, tanpa ada perkelahian di setiap harinya, tanpa ada cemburu di setiap waktu. Kita saling mengisi dan mengerti satu sama lain. Ini adalah cinta yang ku nanti, sebuah cinta yang bewarna seperti pelangi, manis seperti coklat, dan indah seperti bunga mawar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar