Minggu, 19 November 2017

I'm Beauty

Malam ini aku rindu, rindu ingin menuliskan sesuatu. Sudah lama aku tak pernah menyapa semua cerita-cerita yang pernah ku post. Untuk sekarang aku hanya ingin berbagi cerita tentang AKU, karena selama ini aku banyak menceritakan tentang MEREKA. Mereka yang mematahkan hatiku. Namun masih ada satu cerita tentang MEREKA yang menyakitiku yang belum sanggup untuk aku tuliskan. Aku masih dalam tahap mengumpulkan kekuatan untuk mengutarakan semuanya.

Perkenalkan nama ku Indah, jangan tanya nama lengkapku tidak panjang namun rumit, karena ada beberapa huruf yang double dan menggunakan dua huruf konsonan berdampingan. Tapi akan ku beri tahu, nama lengkap ku Indah Rizqi Mauliddina Chairunnisa. Saat ini sedang duduk disebuah warung kopi dengan jari mengetik apa yang ada di otak. Umur sudah menginjak 20 tahun. Tapi aku tetap lah seperti anak-anak bagi lingkungan keluarga. Anak-anak? Memangnya anak-anak bisa ngerasain galau?
 Untuk pertama-tama aku akan membahas tentang hobiku.  Hobi ku tak banyak cukup dua. Menulis cerita galau ku sendiri atau menangkap sebuah cerita melalui foto. Singkatnya aku suka menulis dan fotografi. Namun.... hobiku ini tidak datang setiap waktu atau disebut musiman, bisa dikatakan sesuai mood hati. Hobi itu muncul saat aku benar-benar merasakan sedih. Tidak bisa dipaksakan datang setiap hari.
Tidak percaya aku pandai menulis kata-kata dan menghasilkan cerita melalui foto? Bukan mau meninggi, tapi aku sudah punya dua piala dan dua sertifikat yaitu lomba menulis cerita dan fotografi. Dan semua itu adalah kali pertama aku mengikuti lomba. Mungkin itu hanya kebetulan saja aku menang hehehe... Tapi aku serius menceritakan tentang hobi ku. Aku tak memiliki suara bagus, maka aku tak hobi bernyanyi. Aku tak bisa memasak, maka aku tak hobi memasak. Namun aku beruntung masih mempunyai hobi walau datang cuma saat sedih aja.
Oh iya satu lagi, ini hobiku yang selalu datang tanpa mengenal waktu. GALAU . Tanpa harus dijelasi pasti sudah pada tahu apa itu galau, aku sedang malas mencari definisi galau. Aku seorang wanita (wanita aja ya soalnya umur sudah menginjak 20 tahun) yang selalu menggunakan hati atau perasaan. Bisa dihitung 40% logika sisanya hati atau perasaan. Karena itu aku sadari, aku termasuk wanita melankolis. Sebagai contoh, aku tidak kuat melihat seseorang menangis atau merasakan sedih, seperti magnet aku juga bisa merasakan kesedihan yang sama.
Aku tidak pandai menutupi kebohongan, yang ada selalu di bohongi. Tidak lihai dalam menyembunyikan kebohongan, aku menjadi wanita yang selalu berfikir positif walau sebenarnya aku tahu kenyataan yang sebenarnya membohongiku.
Dampak aku selalu berfikir positif membawa pengaruh dalam pertemanan / pergaulanku. Dari beberapa responden hasil wawancara kepada orang-orang tentang AKU. Dimana aku berada, aku dapat diterima dengan baik. Karena aku memang tidak bisa menyakiti hati seorangpun atau bisa dibilang tidak pandai dalam mengumpulkan musuh, walau.. seumpama beribu pisau ditancapkan tepat di jantungku, aku terluka namun aku akan kembali seperti semula dengan seiringnya waktu. Aku seorang teman yang paling mengerti. Tak percaya? Aku selalu dicari saat mereka tak mampu menampung kesedihan sendiri. Karena aku tak bermain ego saat seseorang bercerita. Ego yang ku maksud adalah, aku tak sedikit pun menyanggah cerita mereka demi mendengarkan ceritaku juga. Karena disaat seseorang terpuruk, hal paling mudah dilakukan adalah mendengarkan semua keluh kesahnya, bila memang bisa membantu, bantu lah semaksimal mungkin.
Namun terkadang aku merasa tak adil. Tak adil mengapa? Disaat aku sendiri tak mampu menampung sedihku, aku tak mudah menemukan seorang teman yang mampu mendengarkan keluh kesahku tanpa bermain ego. Dari itu, aku selalu mencoba menggali dan menanam sedalam mungkin kesedihan yang menyesakkan dada.
Aku terkenal sebagi seorang yang periang, bisa dikata memberi warna disetiap pertemuan atau pertemanan. Ya karena aku memang bukan seorang individual atau tak bisa dalam keadaan sendirian. Saat ramai disanalah aku hidup, saat sepi disitulah aku mati. Aku bisa menunjukkan semua rasa bahagia disetiap pertemuan, setelah itu aku akan kembali menjadi orang yang paling sedih jika pertemuan itu berakhir. Ku ulangi lagi, aku seorang wanita melankolis.                                                 
Disaat sedih aku memang senang menikmati kesedihanku sendiri, walau disaat ramai jika aku merasakan sedih, aku akan merasa redup. Sering kali ku telan sendiri, karena bagiku tak semua orang dapat mendengarkan ceritamu, dan lebih parahnya lagi mereka hanya ingin tahu bukan membantu. Itu sebab, aku lebih sering menabur kesenangan daripada kesedihan. Kesedihan cukuplah kau nikmati sendiri dengan caramu. Disaat sedih inilah semua imajinasi tak terbendung, aku akan menulis apa yang ingin aku sampaikan, dan memfoto apa yang ada disekitarku. Dengan cara itulah aku mengobati semua gundah.
Aku wanita yang mudah menggantungkan semangat kepada orang lain. Cukup dua semangat yang dapat membunuh asa ku, mematikan segala kesenangan yang ada. Hingga untuk senyum menghibur diri sendiri aku tak mampu, jika semangat itu pergi.

Jujur sebenarnya masih banyak yang ingin ku utarakan, namun harus ada batas antara kehidupan privasi. Sekian dan terima kasih .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar